Selasa, 17 November 2015

bukit menumbing



Bukit Menumbing
Pernahkah Anda mendengar tentang Bukit Menumbing?
Bukit menumbing merupakan tempat diasingkannya Bung Karno dan Bung Hatta pada tahun 1948-1949. Bukit menumbing terletak di kota Muntok. Lokasi kota Muntok relatif jauh dari bandara Depati Amir. Butuh sekitar 3 jam lebih untuk sampai ke kota tersebut. Wisma Menumbing sendiri terletak diatas puncak bukit Menumbing dengan ketinggian mencapai 450 meter dari permukaan laut. Lokasi wisma yang terpencil dengan hutan yang mengelilinginya membuat tempat ini menjadi tempat yang cocok untuk pengasingan. Karena akses ke dunia luar memang sangat terbatas sekali. Keduanya diasingkan di sebuah wisma yang terletak pada puncak bukit. Hanya ada satu jalan keluar masuk utama yang bisa dilalui oleh kendaraan menuju ke puncak gunung Menumbing. Jalan hanya dapat dilewati 1 mobil saja. Untuk menuju wisma dibutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Wisma Menumbing
Tepat di depan wisma Menumbing terdapat tiang tempat berdirinya bendera merah putih. Bendera ini selalu dikibarkan didepan wisma, meskipun bukan pada tanggal 17 Agustus. Bangunan utama Wisma Menumbing terdiri 6 kamar. Selain itu ada tambahan dua bangunan lain yang terpisah berturut-turut mempunyai 6 dan 7 kamar. Ketiga bangunan ini berdiri diatas lahan seluas sekitar 2 hektar. Tidak terlalu jelas kapan tepatnya ketiga bangunan tersebut dibangun oleh Belanda.


Di dalam wisma itu sendiri terdapat ruangan rapat yang lumayan luas. Kemudian terdapat mobil Ford yang pernah digunakan Ir. Soekarno, dan kamar tempatnya bekerja dan tidur. Di Wisma Menumbing juga disimpan mobil berwarna hitam yang biasanya dikendarai oleh Soekarno pada saat pengasingan.
Mobil tersebut bermerek Ford De Luxe, empat pintu, dan bermesin 8 silinder buatan tahun 1948. Mobil Ford tersebut mempunyai plat nomor BN 10. Plat nomor dengan awalan BN hingga kini masih digunakan untuk daerah Bangka. Di masa lalu, mobil inilah yang digunakan oleh Soekarno untuk mengunjungi beberapa orang di kota Muntok dan kota lainnya di pulau Bangka. Sayangnya mobil ini sekarang hanya tinggal pajangan dan tidak bisa berjalan lagi. Karena mesin mobil tersebut sudah tidak ada lagi.
stipram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar