Bukit Menumbing
Pernahkah
Anda mendengar tentang Bukit Menumbing?
Bukit
menumbing merupakan tempat diasingkannya Bung Karno dan Bung Hatta pada tahun
1948-1949. Bukit menumbing terletak di kota Muntok. Lokasi kota Muntok relatif
jauh dari bandara Depati Amir. Butuh sekitar 3 jam lebih untuk sampai ke kota
tersebut. Wisma Menumbing sendiri terletak diatas puncak bukit Menumbing dengan
ketinggian mencapai 450 meter dari permukaan laut. Lokasi wisma yang terpencil
dengan hutan yang mengelilinginya membuat tempat ini menjadi tempat yang cocok
untuk pengasingan. Karena akses ke dunia luar memang sangat terbatas sekali.
Keduanya diasingkan di sebuah wisma yang terletak pada puncak bukit. Hanya ada
satu jalan keluar masuk utama yang bisa dilalui oleh kendaraan menuju ke puncak
gunung Menumbing. Jalan hanya dapat dilewati 1 mobil saja. Untuk menuju wisma
dibutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Wisma
Menumbing
Tepat di depan wisma Menumbing terdapat tiang tempat berdirinya bendera merah putih. Bendera ini selalu dikibarkan didepan wisma, meskipun bukan pada tanggal 17 Agustus. Bangunan utama Wisma Menumbing terdiri 6 kamar. Selain itu ada tambahan dua bangunan lain yang terpisah berturut-turut mempunyai 6 dan 7 kamar. Ketiga bangunan ini berdiri diatas lahan seluas sekitar 2 hektar. Tidak terlalu jelas kapan tepatnya ketiga bangunan tersebut dibangun oleh Belanda.
Tepat di depan wisma Menumbing terdapat tiang tempat berdirinya bendera merah putih. Bendera ini selalu dikibarkan didepan wisma, meskipun bukan pada tanggal 17 Agustus. Bangunan utama Wisma Menumbing terdiri 6 kamar. Selain itu ada tambahan dua bangunan lain yang terpisah berturut-turut mempunyai 6 dan 7 kamar. Ketiga bangunan ini berdiri diatas lahan seluas sekitar 2 hektar. Tidak terlalu jelas kapan tepatnya ketiga bangunan tersebut dibangun oleh Belanda.
Di dalam
wisma itu sendiri terdapat ruangan rapat yang lumayan luas. Kemudian terdapat
mobil Ford yang pernah digunakan Ir. Soekarno, dan kamar tempatnya bekerja dan
tidur. Di Wisma Menumbing juga disimpan mobil berwarna hitam yang biasanya
dikendarai oleh Soekarno pada saat pengasingan.
Mobil
tersebut bermerek Ford De Luxe, empat pintu, dan bermesin 8 silinder buatan
tahun 1948. Mobil Ford tersebut mempunyai plat nomor BN 10. Plat nomor dengan
awalan BN hingga kini masih digunakan untuk daerah Bangka. Di masa lalu, mobil
inilah yang digunakan oleh Soekarno untuk mengunjungi beberapa orang di kota
Muntok dan kota lainnya di pulau Bangka. Sayangnya mobil ini sekarang hanya
tinggal pajangan dan tidak bisa berjalan lagi. Karena mesin mobil tersebut sudah
tidak ada lagi.
stipram
stipram
Tidak ada komentar:
Posting Komentar